Arsip Berita Terbaru

Polling

Bagaimanakah kinerja BPBD Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Relawan Kebumen Digembleng Basarnas Jateng di Waduk Sempor

Berita Terbaru 23 Mei 2017 08:02:19 WIB Administrator dibaca 110 kali

KEBUMEN -
Sebanyak 65 relawan gabungan mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar
Search And Rescue ( Diklatsar SAR ) yang diadakan Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen. Kegiatan yang berlangsung
seminggu di kawasan Waduk Sempor, Kebumen, Jumat (19/5/2017).

Di bawah
bimbingan instruktur dari Basarnas Jawa Tengah, para peserta diajak
mengikuti simulasi cara mengevakuasi dan menyelamatkan korban tenggelam
di waduk.  Satu armada perahu karet dan sejumlah 6 orang tim penyelamat
melakukan pertolongan pertama pada korban.

Berkat
kesigapan para relawan, korban yang tak sadarkan diri akhirnya
dievakuasi menuju darat. Simulasi ini juga menghadirkan adegan keluarga
korban yang histeris dan meronta melihat keluarganya tenggelam dan tak
sadarkan diri.

Kepala
Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kebumen, Drs Setyo Aji
melalui stafnya Totok Ari Setyo mengatakan diklat diawali dengan sesi
pembekalan di Hotel Rumah Makan Candisari, Karanganyar Senin
(15/5/2017). Materi ruangan yang disampaikan harus benar benar dipahami
oleh para peserta, mengingat itu merupakan standart operating procedure
(SOP) dalam menjalankan tugas sebagai tim SAR.

Selanjutnya,
peserta pelatihan mempraktekkannya langsung di Waduk Sempor seperti
kejadian sesungguhnya.  Totok manjelaskan diklat terebut dilatih secara
langsung oleh Basarnas Jawa Tengah dan Kodim 0709 Kebumen. "Untuk pelatih
dan istruktur dipandu langsung oleh Basarnas sebanyak 6 orang," katanya

Para peserta yang terdiri dari gabungan organisasi relawan se Kebupeten Kebumen tersebut diuji secara ketat oleh tim Basarnas.

Kordinator
Instruktur diklat SAR, Nyoto Purwanto mengatakan peserta Diksar
nantinya harus memahami dan menguasai metode penyelamatan dalam air,
penanganan korban tenggelam. Mereka juga harus memiliki ketahanan fisik
yang mumpuni dengan melakoni "Run Swim Run"  yang diartikan dangan lari
renang lari serta teknik dasar renang.

Seorang
rescuer harus bisa renang dengan 4 gaya yaitu gaya bebas, dada,
punggung, dan renang pertolongan. ," kata anggota Basarnas Jawa Tengah
itu.

Nyoto
menjelaskan ada batas standar uji renang bagi peserta yakni peserta yang
akan menjadi seorang tim sar harus mampu berlari minimum 200 meter dan
langsung berenang sejauh 200 meter bolak balik dalam waktu 12 menit.
 "Peserta harus lari dan berenang bolak balik nggak boleh berhenti,"
katanya bersama Badan Koordinasi Humas BPBD Kebumen Heri
Purwoto. (kebumenekspres/saefur/cah)