Polling

Bagaimanakah kinerja BPBD Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Gombong - Sebanyak 1.300 keluarga di Kabupaten Kebumen menerima bantuan program Lekang Guna ( Lele Kangkung Tangguh Bencana ). Program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Pemkab Kebumen ini melalui BPBD Kabupaten Kebumen diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Gombong, Kamis ( 25/6/2020 ).

Lele Kangkung Tangguh Bencana (Lekang Guna) adalah salah satu kegiatan untuk mendorong masyarakat untuk dapat mandiri dan berinovasi serta tangguh dimasa pandemi ini dalam pemenuhan kebutuhan gizi secara mandiri dengan budidaya Lekang Guna.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kebumen Sarimun, Dandim 0709 Letkol Kav. MS Prawira Negara Matondang, Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Kebumen Teguh Kristiyanto, Kepala Dinas Pendidikan Moh. Amirudin serta pejabat lainnya. 

Paket Lekang Guna terdiri dari Ember kapasitas 50 liter, Gelas plastik 11 buah, Benih kangkung, Media tanam, Pupuk 1 kg, Benih lele 50 ekor, Pakan pelet 6 Kg dan perlengkapan lainnya yang telah didistribusikan ke penerima di 26 wilayah kecamatan

Plt. Kalak BPBD Teguh Kristiyanto menjelaskan, pada setiap paket Lekang Guna disertakan petunjuk perawatan. BPBD juga akan membentuk tim monitoring untuk memastikan penerima bantuan tidak mengalami kendala hingga bisa panen sesuai target.

"Kami akan terjunkan tim monitoring untuk memantau jika ada kendala meskipun kami bawakan buku manual disetiap paketnya," kata Teguh usai acara.

Program ini juga merupakan satu bentuk realisasi dari Progran Jogo Tonggo yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar pranowo.

"ini adalah untuk ketahanan pangan bukan budidaya, jadi kami berikan bibit yang agak besar sehingga tidak terlalu lama sudah bisa dikonsumsi. Harapan kami, jangan langsung dipanen habis," terang Teguh.

Pemkab Kebumen juga mencanangkan program maskerisasi. Program percepatan penanganan Covid-9 ini bekerjasama dengan UMKM. Masker kain sejumlah 150.000 lembar akan dibagikan ke siswa sekolah tingkat pertama dan tingkat dasar melalui Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan di masing-masing kecamatan. (h4r)