Hujan Intensitas Sedang Picu Longsor di Tiga Titik Desa Gianti, Dua Rumah dan Masjid Terdampak
Hujan Intensitas Sedang Picu Longsor di Tiga Titik Desa Gianti, Dua Rumah dan Masjid Terdampak
Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Rowokele memicu terjadinya tanah longsor di tiga titik berbeda di Desa Gianti. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas ibadah.
Kebumen — Bencana tanah longsor terjadi di wilayah Desa Gianti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, pada Minggu sore, 21 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang yang berlangsung cukup lama disertai kondisi tanah yang labil.
Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kebumen pada Senin, 22 Desember 2025 pukul 16.10 WIB, longsor terjadi di tiga lokasi berbeda, yakni Dukuh Kalibatur RT 06 RW 04, Dukuh Lurakarsa RT 10 RW 06, dan Dukuh Kalimangir RT 07 RW 07.
Di Dukuh Kalibatur, material longsoran dari bibir tebing dengan panjang sekitar 6 meter dan tinggi 8 meter menimpa dinding samping masjid setempat. Sementara itu, di Dukuh Lurakarsa, longsor sepanjang 8 meter dengan tinggi 3 meter menyebabkan kerusakan pada bagian parapet samping rumah milik Bapak Eko Fera (37), yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa.
Adapun di Dukuh Kalimangir, longsoran sepanjang 5 meter dengan tinggi sekitar 2 meter mengakibatkan kerusakan pada halaman depan rumah milik Bapak Mislam (60), yang dihuni satu jiwa.
Informasi awal kejadian diperoleh dari laporan warga sekitar. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa. Namun, masyarakat bersama unsur pemerintah desa dan relawan masih melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsoran.
BPBD Kebumen mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah masih labil dan hujan berpotensi kembali turun. Kebutuhan mendesak di lokasi meliputi terpal, sandbag, serta dukungan logistik, sebagian di antaranya telah disalurkan.
Kegiatan asesmen dan penanganan awal melibatkan BPBD Kabupaten Kebumen, Koramil Rowokele, Pemerintah Desa Gianti, Destana, serta masyarakat sekitar.
Asesmen lapangan dilakukan oleh petugas TRC BPBD Kabupaten Kebumen, yakni Untung Sudarmo dan Kukuh Puji Hartono.
