98 Desa Di Kebumen Rawan Air Bersih
98 Desa Di Kebumen Rawan Air Bersih
"Persoalan kekurangan air bersih di sejumlah desa tersebut telah menjadi perhatian serius buat kami. Saat ini kami sedang melakukan pendataan di desa-desa rawan air bersih,” kata Uko.
Uko juga menjelaskan untuk mengatasi persoalan air bersih, Pemkab Kebumen melalui BPBD telah menganggarkan Rp.315 juta untuk tahun ini atau setara dengan 1600 tangki air berisi 5000 liter/tangki. Hal ini merupakan langkah antisipasi Pemkab Kebumen dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat desa.
"Dalam sehari kami siap mengirimkan tangki air berisi 5000 liter untuk dibagikan kepada masyarakat desa yang kekurangan air bersih tersebut. Jumlah pengiriman tergantung tingkat kebutuhan. Namun pada prinsipnya kami siap mengirimkan 9 tangki per hari jika memang dibutuhkan. Meski demikian, langkah antisipasi ini belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan. Namun paling tidak kami telah berupaya untuk mengurangi beban hidup mereka guna memenuhi kebutuhan air bersih untuk sehari-hari," papar Uko.
Saat ini sebagian wilayah Kebumen tengah memasuki musim kemarau. Sumber mata air dari pegunungan atau perbukitan mulai mengering. Sehingga banyak warga desa sulit untuk mendapatkan aliran air bersih tersebut. BPBD sendiri mengaku akan terus memberikan suplai air bersih sampai tiba musim penghujan. Upaya melakukan pengeboran mencari sumber mata air di tepi aliran sungai juga sudah dilakukan seperti di desa Pandansari Kecamatan Sruweng dan Desa Jatiroto Kecamatan Buayan beberapa waktu lalu. "Untuk pengeboran di pegunungan belum dilakukan, namun kita melakukan pengeboran mata air di tepi sungai lalu kita pompa ke bak penampungan menggunakan mesin lalu dari bak penampung di alirkan ke Hidran Umum di dekat permukiman warga menggunakan sistem gravitasi.
Cara ini dirasa lebih efektif karena hanya dengan melakukan pengeboran hingga kedalaman 5-6 meter sudah bisa menemukan sumber mata air bersih," kata Uko.
Namun Uko berharap, program pengeboran air bawah tanah untuk mengatasi daerah rawan air bersih dapat terus dilakukan. Sebab air adalah sumber utama kehidupan manusia.
"Kita akan terus cari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” kata Uko.
Adapun menurut catatan BPBD beberapa desa yang umumnya kekurangan air bersih diantaranya adalah desa Tugu, Widoro, Candi, Pengempon, Jemur dan lainnya.(admin/mn)
