Tiga Titik Longsor Terjang Desa Wonoharjo, BPBD Lakukan Asesmen dan Penanganan Awal
Tiga Titik Longsor Terjang Desa Wonoharjo, BPBD Lakukan Asesmen dan Penanganan Awal
Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi kembali memicu bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Kebumen. Kali ini, longsor terjadi di Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokele, yang mengakibatkan akses jalan terganggu serta satu rumah warga terdampak material longsoran.
KEBUMEN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Rowokele pada Minggu sore (21/12/2025) menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di Desa Wonoharjo. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan berdampak pada sejumlah titik di Dukuh Lemungsur.
Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kebumen pada Senin (22/12/2025) pukul 14.10 WIB, longsor terjadi di tiga titik lokasi, yakni dua titik di RT 01 RW 08 dan satu titik di RT 01 RW 09 Dukuh Lemungsur.
Material longsoran menimpa akses Jalan K1, jalan desa penghubung antar dukuh, serta satu rumah warga milik Bapak Masikin (35), yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan tiga jiwa, terdiri dari dua orang dewasa dan satu balita. Pada kejadian tersebut, longsoran tanah menyender ke dinding dapur rumah dengan tinggi material sekitar satu meter.
Hasil kaji cepat menyebutkan, penyebab utama longsor adalah curah hujan dengan intensitas sedang yang berlangsung cukup lama, diperparah dengan kondisi tanah yang labil. Struktur tebing yang tidak stabil menyebabkan longsoran dengan panjang mencapai 8 meter dan tinggi hingga 4 meter di salah satu titik,
serta longsoran lain dengan tinggi mencapai 8 meter di akses jalan desa.
Saat ini, kondisi mutakhir di lokasi menunjukkan bahwa upaya penanganan awal telah dilakukan. Sebanyak tiga lembar terpal telah dipasang untuk menutup area rawan longsor, dan dua paket logistik kerja bakti telah didistribusikan. Warga bersama unsur terkait juga tengah melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsoran dan membuka kembali akses jalan yang tertutup.
Meski demikian, status kewaspadaan masih diberlakukan mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi apabila hujan kembali turun. Masyarakat di sekitar lokasi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat curah hujan meningkat.
Dalam kegiatan asesmen dan penanganan awal ini, turut hadir BPBD Kabupaten Kebumen, DPUPR Unit Gombong, Polsek Rowokele, Pemerintah Desa Wonoharjo, Tim Destana, serta masyarakat sekitar.
Asesmen lapangan dilakukan oleh Petugas TRC BPBD Kabupaten Kebumen, Untung Sudarmo dan Kukuh Puji Hartono.
