Warga Giyanti Dibekali Manajemen Dapur Umum untuk Kesiapsiagaan Bencana
Warga Giyanti Dibekali Manajemen Dapur Umum untuk Kesiapsiagaan Bencana
Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana. Untuk meningkatkan kemampuan warga dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kebumen menggelar pelatihan mitigasi kebencanaan dengan fokus pengelolaan dapur umum di Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele.
KEBUMEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen menjadi Narasumber pelatihan mitigasi kebencanaan dengan tema Dapur Umum di Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Jumat (26/12). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana, khususnya dalam penyediaan kebutuhan logistik pangan.
Pelatihan ini diikuti oleh perangkat desa, relawan kebencanaan, serta perwakilan masyarakat setempat. BPBD Kebumen hadir sebagai narasumber utama dengan memberikan materi teknis mengenai pengelolaan dapur umum, mulai dari perencanaan, distribusi logistik, hingga standar kebersihan dan keamanan pangan saat kondisi darurat.
Dalam paparannya, narasumber BPBD Kebumen menekankan bahwa dapur umum memiliki peran vital dalam fase tanggap darurat bencana. Pengelolaan yang baik dan terkoordinasi dapat memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi secara cepat, tepat, dan merata.
Selain pemaparan materi, peserta juga dibekali simulasi sederhana terkait alur operasional dapur umum bencana. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga siap secara praktik apabila terjadi bencana di wilayahnya.
Melalui pelatihan ini, BPBD Kebumen berharap Desa Giyanti dapat menjadi desa yang tangguh bencana serta mampu melakukan penanganan awal secara mandiri sebelum bantuan eksternal datang. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan mitigasi berbasis komunitas di Kabupaten Kebumen.
