Krisis Air Meluas, BPBD Kebumen Salurkan 356 Ribu Liter Air Bersih ke 21 Desa
Krisis Air Meluas, BPBD Kebumen Salurkan 356 Ribu Liter Air Bersih ke 21 Desa
KEBUMEN – Dampak musim kemarau di Kabupaten Kebumen terus meluas. Sejak distribusi air bersih diluncurkan pada 4 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen telah menyalurkan 356.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Hingga 20 Agustus 2026, distribusi tersebut telah menjangkau 21 desa di 10 kecamatan dengan total 79 tangki air bersih. Bantuan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 4.984 kepala keluarga (KK) atau 16.590 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah penanganan dampak kekeringan sekaligus untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau. Jangkauan distribusi terus diperluas mengikuti perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Cakupan Distribusi Terus Bertambah
Sejak pertama kali diluncurkan pada 4 Agustus 2026, distribusi air bersih BPBD Kebumen menunjukkan peningkatan cakupan dari pekan ke pekan. Pada minggu pertama, distribusi dilakukan di 6 kecamatan dan 8 desa, dengan total 14 titik distribusi. Sebanyak 14 tangki dikerahkan dengan volume air bersih mencapai 63.000 liter. Memasuki minggu kedua, cakupan pelayanan meningkat menjadi 7 kecamatan dan 12 desa. Jumlah titik distribusi bertambah menjadi 24 titik, dengan 24 tangki yang dikerahkan dan total 108.000 liter air bersih disalurkan. Peningkatan kembali terjadi pada minggu ketiga. Distribusi telah menjangkau 10 kecamatan dan 21 desa dengan total 41 titik distribusi. Pada periode ini, sebanyak 41 tangki dikerahkan dengan volume air mencapai 185.000 liter. Jika dijumlahkan sejak pelaksanaan distribusi dimulai, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 356.000 liter atau setara 79 tangki.
Menjangkau 21 Desa di 10 Kecamatan
Berdasarkan rekapitulasi hingga 20 Agustus 2026, masyarakat penerima manfaat tersebar di 10 kecamatan, yakni Karanggayam, Karanganyar, Sempor, Poncowarno, Padureso, Rowokele, Pejagoan, Alian, Sruweng, dan Buayan. Dari jumlah tersebut, terdapat 21 desa yang telah menerima distribusi air bersih. Penyaluran dilakukan pada titik-titik yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan. Beberapa desa bahkan menerima distribusi lebih dari satu tangki dalam satu periode pelayanan. Hal ini disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat serta kebutuhan air di masing-masing wilayah. Perluasan cakupan distribusi dari 6 kecamatan pada minggu pertama menjadi 10 kecamatan pada minggu ketiga menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih di masyarakat terus mengalami perkembangan selama musim kemarau.
Didukung APBD dan CSR
Dari total air bersih yang telah didistribusikan, sebanyak 336.000 liter atau setara 75 tangki bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen. Sementara itu, dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Kebumen turut berkontribusi sebanyak 20.000 liter atau setara 4 tangki. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan. Selain sumber pembiayaan, pelaksanaan distribusi juga membutuhkan dukungan armada dan koordinasi lintas pihak agar air dapat sampai ke lokasi yang membutuhkan.
BPBD Kabupaten Kebumen terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kekeringan dan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak. Data mengenai desa terdampak, jumlah penerima manfaat, serta kebutuhan di masing-masing titik menjadi bahan evaluasi untuk menentukan distribusi berikutnya. Dengan pemantauan tersebut, penyaluran air bersih diharapkan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Hingga pekan ketiga, total 4.984 KK atau 16.590 jiwa di 21 desa pada 10 kecamatan telah menerima manfaat distribusi air bersih. BPBD Kabupaten Kebumen memastikan penanganan dampak kekeringan akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi. Distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah terdampak selama musim kemarau berlangsung.
