Lebih dari 1 Juta Liter Air Bersih Telah Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kebumen
Lebih dari 1 Juta Liter Air Bersih Telah Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kebumen
KEBUMEN – BPBD Kabupaten Kebumen telah mendistribusikan 1.049.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Kebumen hingga 8 September 2026. Jumlah tersebut setara dengan 234 tangki air bersih yang telah disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kabupaten Kebumen, distribusi air bersih tersebut telah menjangkau 15.203 kepala keluarga atau 50.063 jiwa di 13 kecamatan dan 34 desa. Angka tersebut merupakan akumulasi distribusi air bersih dalam rangka penanganan dampak bencana kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen. Dari total 1.049.000 liter air bersih yang telah didistribusikan, sebanyak 480.000 liter atau 108 tangki berasal dari sumber APBD Kabupaten Kebumen. Sementara itu, sebanyak 569.000 liter atau 126 tangki berasal dari dukungan Corporate Social Responsibility (CSR).
Dukungan APBD dan CSR tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air akibat kondisi kekeringan. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan mengingat kebutuhan air bersih masyarakat tersebar di sejumlah wilayah dengan kondisi dan tingkat kebutuhan yang berbeda.
BPBD Kabupaten Kebumen menyalurkan bantuan air bersih berdasarkan usulan kebutuhan dari wilayah terdampak. Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih terlebih dahulu dapat menyampaikan kebutuhan melalui pemerintah desa/kelurahan setempat. Selanjutnya, pemerintah desa/kelurahan mengoordinasikan usulan kebutuhan air bersih kepada BPBD Kabupaten Kebumen untuk dilakukan proses verifikasi dan asesmen. Tahapan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat yang harus mendapatkan penanganan.
Hasil verifikasi dan asesmen menjadi salah satu dasar dalam menentukan penanganan serta jadwal distribusi air bersih. Dengan mekanisme tersebut, pendistribusian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta ketersediaan dukungan yang ada. Mekanisme ini juga menjadi penting karena permintaan air bersih yang masuk tidak serta-merta dapat langsung didistribusikan pada saat yang sama. Setiap usulan membutuhkan proses koordinasi dan penanganan sesuai kondisi di lapangan agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
1.049.000 liter bukan sekadar angka, hal tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan di Kabupaten Kebumen. Air bersih tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga untuk memasak, mandi, mencuci, menjaga kebersihan diri, serta kebutuhan sanitasi rumah tangga. Ketika sumber air mengalami penurunan debit atau tidak lagi mencukupi, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk penanganan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Karena itu, penanganan kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat dan dukungan berbagai pihak.
BPBD Kabupaten Kebumen mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Masyarakat perlu memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan utama dan menghindari penggunaan air secara berlebihan. Air yang masih tersedia juga sebaiknya disimpan dalam wadah yang bersih dan tertutup untuk menjaga kualitas air serta memastikan persediaan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih, koordinasikan kebutuhan tersebut melalui pemerintah desa/kelurahan setempat. Usulan dari pemerintah desa/kelurahan selanjutnya dapat dikoordinasikan kepada BPBD Kabupaten Kebumen untuk dilakukan verifikasi dan asesmen sesuai kondisi di lapangan.
