Kekeringan Masih Melanda, Hampir 600 Tangki Air Bersih Disalurkan
Kekeringan Masih Melanda, Hampir 600 Tangki Air Bersih Disalurkan
KEBUMEN – Penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Kebumen terus dilakukan melalui distribusi air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Hingga 01 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen telah mendistribusikan sebanyak 2.695.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
Berdasarkan rekapitulasi Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kebumen, jumlah tersebut setara dengan 597 tangki air bersih yang telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan. Distribusi tersebut mencakup 40.597 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 129.929 jiwa, yang tersebar di 60 desa pada 17 kecamatan di Kabupaten Kebumen.
Cakupan distribusi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masih menjadi perhatian dalam penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kebumen. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan laporan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat tidak hanya bersumber dari satu dukungan. Berdasarkan rekapitulasi hingga 01 Oktober 2026, distribusi air bersih yang bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen telah mencapai 1.615.000 liter atau sebanyak 358 tangki.
Sementara itu, dukungan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Kebumen turut memperkuat penanganan kebutuhan air bersih. Dari sumber CSR, telah didistribusikan sebanyak 1.080.000 liter atau 293 tangki. Dengan demikian, total distribusi dari kedua sumber tersebut mencapai 2.695.000 liter air bersih atau setara 597 tangki.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar air bersih selama menghadapi kondisi kekeringan.
Pergerakan distribusi juga masih berlangsung hingga awal Oktober. Pada 01 Oktober 2026, BPBD Kebumen mencatat distribusi sebanyak 24 tangki air bersih dalam satu hari ke 13 desa yang berada di lima kecamatan. Distribusi tersebut meliputi wilayah Kecamatan Sruweng, Karangganyar, Pejagoan, Kebumen, dan Karangsambung.
Secara kumulatif, distribusi air bersih yang telah dilakukan BPBD Kebumen tidak hanya terkonsentrasi pada satu wilayah. Sebanyak 60 desa di 17 kecamatan telah masuk dalam cakupan pelayanan. Wilayah penerima tersebar di antaranya Kecamatan Karanggayam, Karanganyar, Karangsambung, Adimulyo, Pejagoan, Alian, Prembun, Buayan, Sadang, Sempor, Sruweng, Kebumen, Kutowinangun, Padureso, Rowokele, Ayah, dan Poncowarno.
Cakupan tersebut menggambarkan luasnya wilayah yang membutuhkan dukungan air bersih selama periode kekeringan. Karena itu, distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan laporan dari wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Kebumen melalui Pusdalops juga terus menerima dan mencatat informasi terkait kebutuhan air bersih masyarakat. Informasi tersebut menjadi bagian dari proses penanganan dan penentuan distribusi di lapangan.
Di tengah masih berlangsungnya distribusi air bersih, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak. Air yang diterima melalui distribusi diharapkan dapat diprioritaskan untuk kebutuhan dasar dan keperluan rumah tangga yang penting.
Masyarakat dapat menghemat penggunaan air dengan menggunakan air secukupnya, tidak membiarkan keran terbuka tanpa keperluan, memperbaiki kebocoran pada saluran atau wadah penampungan, serta menggunakan kembali air yang masih layak untuk keperluan lain.
Penghematan air menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi kekeringan. Ketersediaan air bersih bukan hanya bergantung pada distribusi bantuan, tetapi juga pada bagaimana air yang tersedia digunakan secara efektif dan tidak berlebihan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait pelayanan distribusi air bersih, informasi dapat disampaikan melalui Pusdalops BPBD Kabupaten Kebumen melalui WhatsApp di nomor 0811-2646-112.
