Salurkan 695 Ribu Liter, BPBD Kebumen Selamatkan 33 Ribu Warga dari Krisis Air
Salurkan 695 Ribu Liter, BPBD Kebumen Selamatkan 33 Ribu Warga dari Krisis Air
KEBUMEN – Dampak musim kemarau panjang di Kabupaten Kebumen terus menunjukkan peningkatan sepanjang bulan Agustus 2026. Memasuki satu bulan penuh pelaksanaan distribusi air bersih periode 1 hingga 31 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mencatat peningkatan pasokan bantuan guna menanggulangi krisis air bersih yang melanda pemukiman warga.
Berdasarkan data rekapitulasi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kebumen, total akumulasi air bersih yang berhasil disalurkan sepanjang bulan Agustus telah menembus 695.000 liter atau setara dengan 155 armada tangki. Jumlah ini meningkat dibanding pertengahan Agustus lalu seiring mengeringnya sumur-sumur warga dan sumber air bersih utama di berbagai wilayah. Bantuan mendesak ini berhasil menjangkau 10.043 Kepala Keluarga (KK) atau 33.057 jiwa yang tersebar di 30 desa pada 12 kecamatan.
Perluasan jangkauan distribusi memperlihatkan pemetaan wilayah terdampak kekeringan yang cukup merata. Kecamatan Karanggayam mencatatkan alokasi pasokan terbesar, yakni sebanyak 51 tangki yang disalurkan ke 8 desa (Desa Kalirejo, Clapar, Penimbun, Gunungsari, Giritirto, Ginandong, Pagebangan, dan Logandu). Selanjutnya, Kecamatan Sempor menerima 25 tangki untuk 4 desa (Desa Tunjungseto, Kenteng, Jatinegara, dan Sampang), serta Kecamatan Buayan menerima 20 tangki untuk 3 desa (Desa Nogoraji, Jogomulyo, dan Purbowangi).
Wilayah lain yang turut mendapat suplai air secara intensif meliputi Kecamatan Pejagoan sebanyak 11 tangki (Desa Kebagoran, Karangpoh, Aditirto), Kecamatan Rowokele sebanyak 10 tangki (Desa Rowokele, Kretek), Kecamatan Alian sebanyak 9 tangki (Desa Bojongsari, Krakal), Kecamatan Padureso sebanyak 8 tangki (Desa Kalijering), dan Kecamatan Sruweng sebanyak 8 tangki (Desa Sidoagung). Selain itu, armada air bersih juga menjangkau Kecamatan Karangsambung dengan 5 tangki (Desa Plumbon, Pujotirto, Kaligending), Kecamatan Poncowarno dengan 4 tangki (Desa Soka), serta Kecamatan Prembun (Desa Pesuningan) dan Kecamatan Karanganyar (Desa Grenggeng) yang masing-masing menerima 2 tangki.
Jika dilihat dari rincian tingkat desa, pasokan terbanyak disalurkan ke Desa Kalirejo dengan total 14 tangki, serta Desa Tunjungseto sebanyak 11 tangki. Sementara itu, Desa Clapar dan Desa Jogomulyo masing-masing menerima 10 tangki. Desa Kenteng disuplai 9 tangki, sedangkan lima desa lain yakni Gunungsari, Nogoraji, Sidoagung, Kalijering, dan Bojongsari—masing-masing mendapat pasokan 8 tangki. Desa-desa lainnya menerima distribusi bervariasi mulai dari 1 hingga 7 tangki sesuai dengan tingkat kebutuhan air di lapangan.
Ditinjau dari sumber pembiayaan, pasokan air bersih ini didukung oleh sinergi anggaran daerah dan kepedulian dunia usaha. Sebanyak 444.000 liter (100 tangki) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kebumen. Sementara itu, porsi pasokan lainnya disokong oleh program Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Kebumen yang menyumbang 251.000 liter (55 tangki) air bersih.
Dalam pengerahan armada operasional, BPBD Kebumen memobilisasi 5 unit tangki utama sepanjang bulan Agustus. Armada Tangki Nomor 4 mencatatkan 54 kali pengiriman (216.000 liter), Tangki Nomor 2 sebanyak 39 pengiriman (195.000 liter), Tangki Nomor 3 sebanyak 32 pengiriman (160.000 liter), Tangki Nomor 5 sebanyak 26 pengiriman (104.000 liter), dan Tangki Nomor 6 sebanyak 4 pengiriman (20.000 liter). Intensitas pengiriman air bergerak dinamis saban hari menyesuaikan permintaan warga.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kebumen, Bagus Priyanto, S.ST., peningkatan distribusi air bersih menjadi bagian dari upaya BPBD dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kekurangan air bersih dan menyesuaikan distribusi berdasarkan kebutuhan di lapangan. Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat yang terdampak dapat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan air bersih,” ujar Bagus Priyanto, S.ST.
BPBD Kabupaten Kebumen memastikan langkah penanganan dampak kekeringan akan terus berlanjut dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca di lapangan. Layanan aduan dan koordinasi darurat terus dibuka selama 24 jam melalui Pusdalops PB guna memastikan seluruh warga terdampak di pelosok Kebumen dapat terlayani air bersih.
