Bukan Asal Gali, Begini Cara Tentukan Lokasi Sumur Bor untuk Atasi Bencana Kekeringan
Bukan Asal Gali, Begini Cara Tentukan Lokasi Sumur Bor untuk Atasi Bencana Kekeringan
KEBUMEN - Pemerintah terus memperkuat upaya penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Kebumen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pengecekan dan verifikasi lapangan sebagai bagian dari proses penentuan lokasi kajian geolistrik dan rencana pembangunan sumur bor untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) dengan menindaklanjuti hasil koordinasi antara BPBD Kabupaten Kebumen dan BNPB terkait sejumlah wilayah yang mengalami dampak kekeringan. Dalam prosesnya, BPBD Kabupaten Kebumen menyampaikan sejumlah usulan lokasi yang menjadi prioritas berdasarkan kondisi kekeringan dan kebutuhan penanganan air bersih di wilayah masing-masing. Namun, usulan tersebut belum berarti lokasi secara otomatis akan mendapatkan pembangunan sumur bor. Setiap lokasi masih harus melalui tahapan verifikasi dan penilaian untuk memastikan kondisi wilayah serta potensi sumber airnya.
Pengecekan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah yang terdampak kekeringan. Tim juga mempertimbangkan sejumlah indikator sebelum menentukan lokasi yang dinilai layak untuk dikaji lebih lanjut. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan antara lain tingkat kebutuhan air bersih masyarakat, kondisi kekeringan, jumlah dan intensitas distribusi atau dropping air bersih yang telah dilakukan, kondisi geografis wilayah, serta ketersediaan hasil kajian atau uji geolistrik.
Kajian geolistrik menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Melalui kajian ini, potensi keberadaan sumber air bawah tanah dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan apakah suatu lokasi memiliki peluang yang cukup untuk dikembangkan sebagai sumber air. Karena itu, lokasi yang telah diusulkan tidak serta-merta ditetapkan sebagai lokasi pembangunan. Hasil pengecekan di lapangan dan potensi sumber air akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan lokasi yang paling sesuai.
Apabila suatu lokasi diketahui memiliki potensi sumber air yang kurang memadai, lokasi tersebut dapat dipertimbangkan untuk diganti dengan lokasi alternatif yang memiliki potensi lebih baik. Langkah tersebut dilakukan agar dukungan penanganan kekeringan yang diberikan nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, proses penentuan lokasi bukan hanya berdasarkan tingkat kekeringan, tetapi juga mempertimbangkan kelayakan teknis dan potensi sumber air di bawah tanah.
Setelah seluruh proses pengecekan lapangan selesai, hasil verifikasi selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan dan telaah oleh BNPB. Penentuan lokasi nantinya mempertimbangkan hasil pengecekan langsung di lapangan, data kondisi kekeringan, hasil kajian geolistrik, serta pertimbangan teknis dan ketentuan yang berlaku. Artinya, masyarakat masih perlu menunggu proses selanjutnya sebelum terdapat keputusan mengenai lokasi yang akan mendapatkan dukungan pembangunan sumur bor.
“BPBD Kabupaten Kebumen akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan pihak terkait sampai proses verifikasi dan telaah selesai. Kami akan menyampaikan perkembangan dan hasilnya kepada masyarakat melalui kanal informasi resmi BPBD. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir atau menyimpulkan terlebih dahulu bahwa lokasi yang sudah disurvei pasti akan mendapatkan sumur bor, karena masih ada tahapan penilaian dan penentuan lokasi,” ujar Bagus Priyanto, S.ST., Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kebumen.
Ia menambahkan, masyarakat di wilayah terdampak kekeringan dapat menyampaikan kondisi dan kebutuhan air bersih melalui pemerintah desa, kecamatan, maupun kanal resmi BPBD Kabupaten Kebumen. Informasi tersebut akan menjadi bagian dari pemantauan kondisi kekeringan di lapangan. “Kami berharap masyarakat tetap bersabar mengikuti proses yang sedang berjalan. Yang paling penting, penentuan lokasi nantinya benar-benar berdasarkan kondisi di lapangan dan potensi sumber air, sehingga apabila mendapatkan tindak lanjut, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
