Hari Kedua Penanganan Tanggul Jebol Sidomukti, Sekda Kebumen Tinjau Langsung Lokasi
Hari Kedua Penanganan Tanggul Jebol Sidomukti, Sekda Kebumen Tinjau Langsung Lokasi
KEBUMEN – Penanganan tanggul jebol di Sungai Telomoyo/Kemit, Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, terus dilakukan. Pada hari kedua penanganan, Senin (11/11/2024), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen, Edi Rianto, S.T., M.T., didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono, M.Si., dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kebumen, Bagus Priyanto, S.ST., meninjau langsung lokasi tanggul yang mengalami kerusakan.
Tanggul jebol terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen pada Sabtu (9/11/2024), yang menyebabkan banjir serta kerusakan pada tanggul Sungai Telomoyo/Kemit. Lokasi penanganan berada di Dukuh Sembir Tengah, RT 03/RW 06, Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo.
Penanganan pada hari kedua dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur. Kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari relatif cerah berawan, kemudian berawan dan disertai hujan ringan pada siang hingga sore hari.
Dalam upaya penanganan sementara, tim memasang sebanyak 30 batang bambu sebagai crucuk dan mengisi 460 karung plastik dengan tanah yang selanjutnya dikirim ke titik tanggul yang jebol untuk memperkuat dan menahan bagian tanggul yang mengalami kerusakan. Selain itu, dilakukan pemotongan dua pohon kelapa dan dua pohon mahoni sebagai bahan pendukung pembuatan crucuk.
Tim juga membuat 10 potongan crucuk kayu dengan panjang sekitar 2–3 meter untuk digunakan pada bagian tanggul yang membutuhkan penguatan. Penanganan sementara tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan meluas sekaligus memperkuat tanggul sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut.
Kebutuhan yang masih diperlukan di lokasi antara lain bambu dengan panjang sekitar tiga meter untuk penanganan bagian tengah tanggul serta material kayu untuk pembuatan crucuk pada bagian belakang tanggul.
Selain penanganan tanggul, dukungan terhadap masyarakat terdampak juga terus dilakukan. Pos darurat didirikan di Desa Sidomukti, sementara dapur umum disediakan oleh TAGANA dan PMI. Warga turut melakukan pembersihan lumpur secara mandiri di rumah masing-masing. Bantuan nasi bungkus juga diberikan kepada warga terdampak banjir, serta disiapkan tempat pengungsian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Koordinasi antara BBWS, pemerintah desa, relawan, dan tokoh masyarakat terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Rencana penanganan meliputi pemotongan pohon kelapa dan penyiapan bambu tambahan untuk bahan crucuk, pengisian serta pengiriman karung tanah ke titik tanggul yang jebol, dan pemasangan crucuk bambu maupun kayu pada bagian tanggul yang mengalami kerusakan.
Penanganan melibatkan BPBD, TNI, Polri, PMI, TAGANA, SAR Elang Perkasa, SENKOM, SAR Tunas Kelapa, Destana Sidomukti, serta masyarakat Desa Sidomukti dan Desa Arjosari, dengan jumlah personel sekitar 110 orang.
BPBD Kabupaten Kebumen bersama seluruh unsur yang terlibat terus melakukan penanganan dan koordinasi di lapangan guna mengurangi risiko dampak lanjutan. Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau untuk tetap waspada, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta mengikuti arahan petugas dan pemerintah desa selama proses penanganan berlangsung.
