Tim BPBD Kebumen Dukung Operasi SAR Longsor dan Banjir Bandang di Petungkriyono
Tim BPBD Kebumen Dukung Operasi SAR Longsor dan Banjir Bandang di Petungkriyono
PEKALONGAN, 25 Januari 2025 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mengerahkan personel dan sarana prasarana untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor dan banjir bandang di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
Pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi antara BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Kebumen dalam mendukung penanganan bencana serta operasi pencarian korban yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Bencana tanah longsor dan banjir bandang terjadi pada Senin (20/1/2025) sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Petungkriyono sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Kondisi tersebut memicu longsor dan banjir bandang yang berdampak terhadap sejumlah desa, kerusakan bangunan, serta menimbulkan korban jiwa.
Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kayuputih, Desa Kasimpar, Desa Yosorejo, Desa Tlogopakis, Desa Songgodadi, dan Desa Ronggowedi. Berdasarkan data penanganan yang dihimpun, tercatat 25 orang meninggal dunia, satu orang masih dalam proses pencarian, dan 13 orang mengalami luka-luka.
Selain korban jiwa, bencana juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Sebanyak enam rumah terdampak, terdiri atas dua rumah hilang, satu rumah roboh, dan tiga rumah rusak berat. Dua rumah lainnya mengalami rusak sedang, sementara satu bangunan kafe dilaporkan roboh. Sebanyak 21 kepala keluarga atau 58 jiwa juga terdampak dan mengungsi.
Sejak kejadian, penanganan dilakukan secara terpadu melalui kaji cepat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor, operasi pencarian dan pertolongan, evakuasi korban, serta pengaktifan posko induk dan pos lapangan di wilayah Petungkriyono.
Dukungan sumber daya operasi juga terus dilakukan. Dapur umum disiapkan di SD Negeri Yosorejo 2 oleh Kementerian Sosial RI, sementara toilet portabel dan hidran didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sebanyak 10 unit alat berat dikerahkan dari Kementerian PU, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Selain itu, pemetaan lokasi longsor dilakukan oleh ESDM Jawa Tengah untuk mendukung proses penanganan di lapangan.
Pada Sabtu (25/1/2025), operasi diawali dengan apel pagi dan doa bersama sebelum personel bergerak menuju sektor masing-masing. Tim BPBD Kabupaten Kebumen mendapat penugasan di Sektor 3, tepatnya di lokasi Allo Cafe, untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.
Dalam pelaksanaan operasi, personel BPBD Kebumen melakukan evakuasi terhadap dua korban yang terjepit dengan menggunakan peralatan jackhammer. Tim juga mengoperasikan mesin pompa air untuk mendukung proses pencarian lanjutan di lokasi yang membutuhkan penyedotan air.
Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan operasi. Hujan deras yang kembali turun di lokasi menyebabkan proses pencarian untuk sementara dihentikan. Kondisi medan juga masih berisiko karena potensi longsor susulan cukup tinggi, sehingga keselamatan seluruh personel menjadi prioritas dalam setiap tahapan operasi.
Berdasarkan hasil evaluasi dalam rapat penanganan pada Sabtu (25/1/2025) pukul 21.52 WIB, penyelidikan permukaan akan kembali dilanjutkan pada Minggu (26/1/2025). Peralatan akan dikerahkan apabila ditemukan indikasi atau kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, pembukaan akses jalan menuju wilayah terdampak juga akan terus dilakukan secara bertahap.
Secara keseluruhan, sekitar 1.200 personel gabungan dari berbagai unsur terlibat dalam penanganan bencana ini, di antaranya BNPB, Kementerian Sosial RI, Kementerian PU, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Kebumen, Basarnas, TNI, Polri, Tagana, MDMC, PMI, serta berbagai organisasi SAR lainnya.
Dalam mendukung operasi, Tim BPBD Kabupaten Kebumen membawa sejumlah sarana dan prasarana, meliputi mesin sedot air, chainsaw, jackhammer, armada rescue dan komando, alat pelindung diri (APD), serta logistik penunjang operasi.
BPBD Kabupaten Kebumen akan terus mendukung operasi pencarian dan penanganan bencana bersama seluruh unsur yang terlibat. Dalam kondisi medan yang masih berisiko, seluruh personel diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan komando operasi, dan bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Operasi SAR merupakan kerja kemanusiaan yang membutuhkan ketangguhan, koordinasi, dan kehati-hatian. BPBD Kebumen bersama seluruh unsur SAR Gabungan terus berupaya memberikan dukungan terbaik bagi korban dan keluarga yang terdampak.
Salam Kemanusiaan.
