BPBD Kebumen Perkuat Penanganan Dampak Hujan Deras dan Angin Kencang
BPBD Kebumen Perkuat Penanganan Dampak Hujan Deras dan Angin Kencang
KEBUMEN – Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Kebumen sejak Minggu (9/11/2025) pukul 19.00 WIB hingga Rabu (12/11/2025) pukul 07.00 WIB. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Kabupaten Kebumen.
Berdasarkan pemutakhiran data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Kebumen hingga Rabu (12/11/2025) pukul 07.00 WIB, tercatat 15 titik tanah longsor, kejadian banjir di sejumlah wilayah, serta dampak cuaca ekstrem di beberapa desa.
Tanah Longsor
Kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Karanggayam, Sadang, Sruweng, Padureso, Karanganyar, Rowokele, dan sekitarnya.
Sebagian besar lokasi telah mendapatkan penanganan melalui kerja bakti masyarakat dengan dukungan personel dan peralatan dari BPBD Kabupaten Kebumen. Namun, masih terdapat dua titik yang hingga saat ini membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dua lokasi tersebut berada di Kelurahan Plaragan, Dukuh Purwakuning, berupa tanah bergerak yang berdampak pada rumah warga atas nama Sariyo, serta Desa Jatiluhur, Dukuh Besuki, yang berdampak pada ruas Jalan Kabupaten K1.
BPBD terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di masing-masing lokasi.
Banjir
Selain longsor, banjir juga terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Karanganyar dan Pejagoan. Dampak banjir tercatat di beberapa desa dan kelurahan, dengan rincian sebagai berikut:
- Desa Karangkemiri: 159 KK atau 482 jiwa, kondisi sudah surut.
- Desa Candi: 273 KK atau 876 jiwa, kondisi sudah surut.
- Kelurahan Plarangan: 96 KK atau 363 jiwa, kondisi sudah surut.
- Kelurahan Panjatan: 187 KK atau 579 jiwa, kondisi sudah surut.
Sementara itu, di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, terjadi kerusakan pada bahu jembatan dan jalan kabupaten yang hingga laporan ini diperbarui masih dalam proses penanganan.
Kondisi banjir di sebagian besar wilayah terdampak telah berangsur membaik seiring dengan surutnya genangan. Masyarakat juga telah kembali melakukan aktivitas secara bertahap.
Cuaca Ekstrem
Dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Desa Grenggeng, Klapasawit, Surotrunan, dan Waluyorejo.
Seluruh lokasi tersebut telah mendapatkan penanganan oleh unsur terkait dan kondisi saat ini dalam pemantauan.
Penanganan dan Dukungan Lintas Sektor
BPBD Kabupaten Kebumen bersama unsur lintas sektor terus melakukan langkah penanganan dan pemulihan terhadap wilayah terdampak. Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan serta pemutakhiran data secara berkala, pengerahan personel dan relawan untuk membantu pembersihan material banjir dan longsor, serta pengiriman bantuan logistik dan peralatan kebencanaan.
Sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, BPBD juga telah menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga di Kelurahan Panjatan.
Koordinasi terus dilakukan bersama Dinas Sosial PPKB, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur terkait lainnya. Dinsos PPKB turut mendukung pemenuhan kebutuhan dapur umum, sementara BPBD memberikan dukungan logistik untuk kegiatan kerja bakti di wilayah terdampak.
Data Korban dan Pengungsi
Hingga Rabu (12/11/2025) pukul 07.00 WIB, tidak terdapat laporan korban luka maupun korban jiwa akibat rangkaian kejadian tersebut.
Sementara itu, tercatat 1 jiwa dari Desa Selogiri yang mengungsi sementara pada malam hari atau ketika hujan deras sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko keselamatan.
Kondisi Terkini
Untuk akses transportasi, arus lalu lintas di Jalan Nasional Karanganyar–Gombong telah kembali normal. Namun, beberapa lokasi masih membutuhkan penanganan lanjutan, termasuk tanggul jebol di Kelurahan Panjatan serta kerusakan bahu jembatan dan jalan kabupaten di Desa Peniron.
BPBD Kabupaten Kebumen terus melakukan asesmen, pemantauan, dan upaya pemulihan di lokasi terdampak. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya banjir dan longsor, sementara kondisi tanggul yang jebol turut memperbesar dampak genangan di wilayah Panjatan.
BPBD Kabupaten Kebumen mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca di wilayah Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang.
Masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir, longsor, maupun sekitar aliran sungai diimbau untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan segera mengambil langkah keselamatan apabila terjadi peningkatan risiko. Setiap kejadian bencana maupun kondisi yang berpotensi membahayakan dapat segera dilaporkan kepada pemerintah setempat atau BPBD Kabupaten Kebumen.
Koordinasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan serta pemulihan dampak bencana di Kabupaten Kebumen.
Sumber Data dan Informasi: Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kebumen
Update: Rabu, 12 November 2025 | Pukul 07.00 WIB
