Pergerakan Tanah Ancam 70 Hektare di Sempor, Pemkab Kebumen Siapkan Mitigasi dan Relokasi Warga
Pergerakan Tanah Ancam 70 Hektare di Sempor, Pemkab Kebumen Siapkan Mitigasi dan Relokasi Warga
KEBUMEN – Ancaman pergerakan tanah seluas kurang lebih 70 hektare di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, mendorong Pemerintah Kabupaten Kebumen mengambil langkah cepat dalam upaya mitigasi bencana sekaligus menyiapkan rencana relokasi bagi warga yang berada di zona berisiko tinggi. Langkah tersebut dilakukan setelah menerima paparan hasil kajian geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dipaparkan pada Kamis (5/12), usai peninjauan lapangan bersama BPBD Kabupaten Kebumen.
Berdasarkan hasil kajian PVMBG, wilayah Desa Sampang memiliki karakteristik pergerakan tanah berupa rayapan lambat yang berpotensi meningkat selama puncak musim hujan, yakni pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026. Kondisi tersebut menempatkan kawasan seluas sekitar 70 hektare sebagai zona rawan sehingga diperlukan langkah penanganan yang terencana untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat.
Dalam rekomendasinya, PVMBG menyarankan relokasi bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan dan berada di area yang terus mengalami pergerakan tanah. Selain itu, pemanfaatan lahan di zona rawan diimbau hanya untuk tanaman keras, disertai perbaikan sistem drainase agar tidak terjadi kejenuhan tanah. Kolam-kolam air yang berada di kawasan rawan juga direkomendasikan untuk dihilangkan guna mengurangi akumulasi air yang dapat mempercepat pergerakan tanah.
Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi PVMBG sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi dan rencana relokasi bersama warga terdampak. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi pergerakan tanah selama musim hujan.
"Rekomendasi ini akan menjadi pedoman kami dalam langkah mitigasi dan relokasi. Keselamatan warga adalah prioritas utama," tegas Bupati Lilis Nuryani.
Pemkab Kebumen bersama BPBD dan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan kondisi lapangan, sosialisasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan upaya mitigasi berjalan optimal dan mampu mengurangi risiko bencana bagi warga Desa Sampang.
