Tanah Bergerak Hingga Satu Meter di Karanggayam, 9 KK Terdampak dan Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Tanah Bergerak Hingga Satu Meter di Karanggayam, 9 KK Terdampak dan Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
KEBUMEN – Pergerakan tanah hingga mencapai sekitar satu meter memicu kekhawatiran warga Dukuh Silampeng RT 08 RW 01, Desa Gunungsari, Kecamatan Karanggayam. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, sembilan kepala keluarga (KK) terdampak dan kini hidup dalam kewaspadaan, terutama saat hujan kembali mengguyur wilayah perbukitan tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Kebumen melakukan asesmen di lokasi pada Rabu (10/12/2025) pukul 11.30 WIB. Berdasarkan hasil asesmen, pergerakan tanah dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini berdampak pada rumah milik Radin (56), Manwikram (64), Purnadianto (38), Saidi (66), Sarno (43), Maryanto (53), Taslam (61), Suprianto (55), serta satu fasilitas umum berupa Taman Kanak-kanak (TK). Beruntung, tidak ada korban luka berat, sedang, maupun ringan dalam kejadian tersebut.
Sebagai langkah awal penanganan, warga bersama Pemerintah Desa Gunungsari telah melaksanakan kerja bakti membersihkan jalur air yang terdampak. Petugas juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi apabila pergerakan tanah bertambah atau curah hujan kembali tinggi. Hingga saat ini, penanganan teknis secara menyeluruh belum dapat dilakukan. BPBD telah menginventarisasi sejumlah kebutuhan lanjutan, di antaranya logistik untuk kerja bakti, pendataan lanjutan, koordinasi lintas instansi, pengecekan kontur tanah, serta penanaman rumput vetiver sebagai upaya memperkuat lereng.
Asesmen dan penanganan awal dilakukan secara terpadu oleh BPBD Kabupaten Kebumen bersama Polsek Karanggayam, Koramil Karanggayam, Pemerintah Desa Gunungsari, serta masyarakat setempat. Koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan guna memantau perkembangan kondisi di lapangan, mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan, dan memastikan keselamatan warga terdampak.
