BPBD Kebumen dan RAPI Tanam 500 Bibit Sirsak di Lahan Bekas Longsor Desa Sampang
BPBD Kebumen dan RAPI Tanam 500 Bibit Sirsak di Lahan Bekas Longsor Desa Sampang
KEBUMEN, 25 Januari 2025 – Upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat terus dilakukan di Kabupaten Kebumen. Pada Sabtu (25/1/2025), sebanyak 500 bibit pohon sirsak ditanam di lahan kritis bekas tanah longsor di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 26 Kabupaten Kebumen dengan dukungan BPBD Kabupaten Kebumen yang menyediakan bibit sirsak. Penanaman dilakukan sebagai salah satu upaya membantu menjaga kestabilan tanah di kawasan bekas longsor, sekaligus membuka potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil buah sirsak di masa mendatang.
Sebanyak 500 bibit ditanam pada empat titik lokasi yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh pemerintah desa. Penanaman dilakukan secara bersama-sama hingga seluruh titik yang telah ditentukan tertanami.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Drs. Udy Cahyono, M.Si., bersama para kepala bidang dan pejabat fungsional BPBD Kabupaten Kebumen. Jajaran Muspika Kecamatan Sempor, puluhan relawan RAPI, serta Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Kebumen juga turut berpartisipasi dalam proses penanaman.
Dalam sambutannya, Udy Cahyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Muspika Kecamatan Sempor, pemerintah desa, RAPI, relawan, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif.
Menurutnya, kegiatan penanaman tidak hanya menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk menjaga kondisi lahan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Tanaman sirsak yang dirawat hingga produktif nantinya dapat menjadi salah satu sumber hasil pertanian yang memiliki nilai ekonomi.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program ini. Setelah penanaman, pemeliharaan dan perawatan tanaman diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat secara optimal.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan selamatan bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus simbol kebersamaan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun semangat gotong royong masyarakat dalam mengurangi risiko bencana.
Penanaman 500 bibit sirsak ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mendukung mitigasi bencana berbasis vegetasi, menjaga kelestarian lingkungan, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Sampang.
Menanam hari ini, menjaga lingkungan untuk esok, dan membangun masyarakat yang semakin tangguh menghadapi bencana.
